Sistem Pemerintahan Romawi

Secara garis besar sistem pemerintahan Romawi dapat digambarkan pada bagan sebagai berikut:
Bagan . Perkembangan pemerintahan Romawi (Setiap jarak tahun diberi warna beda)
1. Kerajaan (Monarkhi) 750 SM-500 SM
Pada mulanya Romawi berbentuk kerajaan (Monarkhi)dengan rajanya yang pertama adalah Romulus. Raja-raja Romawi ini berasal dari keturunan pendatang yaitu bangsa Etruska yang memerintah penduduk asli sebelumnya yaitu suku bangsa Latin.

Meskipun di bidang ekonomi kerajaan Roma mengalami perkembangan namun bangsa Latin merasa tidak senang terhadap penguasa asing yang mengenakan undang-undang militer kepada mereka. Terjadilah pemberontakan penduduk Roma yang berhasil menggulingkan raja Tarquin yang sombong sebagai raja terakhir Romawi pada tahun 509 SM dipimpin oleh Lucius Junius Brutus.

2. Republik Romawi, 500 SM-27 SM

Pada masa Republik penduduk terbagi atas dua golongan yaitu: Patricia dan Plebea. Patricia berasal dari kalangan pemilik tanah yang luas atau orang yang secara turun temurun sudah merupakan kelas aristrokat (bangsawan). Golongan patricia dianggap sebagai warga negara secara penuh. Patricia berasal dari bahasa Latin “patres” yang berarti ayah, sedangkan Plebea berasal dari bahasa Latin “plebs” yang berarti orang banyak. Mereka dianggap warga negara secara tidak penuh, namun masih memiliki beberapa hak politik dan hak untuk mengumpulkan kekayaan.

Orang-orang dari golongan patricia memegang kedudukan dalam lembaga-lembaga politik yaitu Konsul, Senat dan Majelis atau Asembly. Masing-masing lembaga politik tersebut sebagai berikut::
Konsul: merupakan jabatan pemegang eksekutif untuk masa jabatan satu tahun. Konsul berjumlah 2 orang. Masing-masing konsul memiliki hak saling memveto sehingga keputusan penting harus didukung oleh kedua orang tersebut.

Konsul juga merupakan panglima angkatan perang.Dalam keadaan darurat perang dengan persetujuan senat, konsul dapat menyerahkan kekuasaannya ketangan satu orang yang disebut “diktator”. Pengertiannya sangat berbeda dengan diktator jaman sekarang. Diktator pada jaman Republik Romawi menjaga kekuasaan secara konstitusional dalam waktu pendek paling lama 6 bulan dan bila dibutuhkan dapat diperpanjang.





Senat: adalah Dewan yang anggotanya terdiri dari orang-orang patricia, berjumlah sekitar 300 orang, berasal dari mantan pejabat konsul. Konsul tunduk pada senat. Senat juga memiliki hak veto terhadap keputusan Majelis.

Dari uraian di atas jelas bahwa Senat memiliki pengaruh yang sangat besar di Romawi.
Majelis: adalah lembaga yang anggotanya berasal dari golongan patricia maupun plebea. Tugas Majelis adalah :

- memilih para konsul dan pejabat-pejabat yang lain.
- menyetujui atau menolak perundang-undangan yang diajukan oleh konsul dan senat.

Pada awal pemerintahan Republik Roma merupakan suatu Oligarkhi karena yang menduduki posisi penting dalam pemerintahan adalah sekelompok kecil orang-orang dari golongan patricia. Dalam perkembangan kemudian untuk memberikan kesempatan yang sama bagi golongan plebea duduk dalam lembaga-lembaga pemerintahan dibuatlah undang-undang pertama Roma yang tertulis tahun 449 SM. Yang dikenal sebagai “Dua Belas Tabel” Susunan masyarakat setelah bersatunya golongan bangsawan dan masyarakat biasa adalah sebagai berikut :


  • optimat : terdiri dari bangsawan dan rakyat biasa yang kaya
  • equites : para pedagang dan pengusaha
  • populus : rakyat biasa yang memiliki suara di Dewan Rakyat
  • budak : tawanan perang, yang tidak mempunyai hak
  • poletar : warga negara Roma yang hanya memiliki dirinya sendiri


Selama masa Republik apakah wilayah Romawi bertambah luas? Dapat Anda pastikan wilayah Romawi semakin luas. Untuk memperkuat pertahanannya selain Republik Roma mengembangkan pemerintahan yang teratur dan meningkatkan angkatan perangnya.

Republik Roma mewajibkan seluruh warganya masuk dinas ketentaraan. Unit angkatan perang dikenal dengan nama Legiun yang terdiri dari 3600 prajurit. Legiun dibagi menjadi kelompok kecil antara 60 hingga 120 orang yang disebut Maniple (secara harfiah berarti segenggam). Ekspansi yang dilakukan oleh Romawi adalah sebagai berikut:
Sampai dengan tahun 265 SM, Romawi berhasil menduduki Jazirah Apenina termasuk koloni Yunani.
Terlibat perang Phunicia yang berlangsung sampai 3 kali. Sebab terjadinya perang Phunicia adalah permintaan raja Syracuse dari Sicilia terhadap Roma untuk membantu menghadapi expansi kota dagang Kartago.- Perang Phunicia I tahun (264 - 241SM) Romawi menang dan memperoleh Sicilia Barat sebagai penghasil gandum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar